Kamis, 15 September 2016

PRAKARYA "BATIK"

UNESCO telah menetapkan batik sebagai 'Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity' kepada Indonesia.Presiden Indonesia saat itu meminta seluruh warga negaranya untuk mengenakan batik. Bagaimana pendapat Anda?


NAMA  : TRI WAHYUNI VIHAR NOVIANA
KELAS  : X MIA 11
UNESCO telah menetapkan batik sebagai 'Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity' kepada Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009. Presiden Indonesia saat itu meminta seluruh warga negaranya untuk mengenakan batik. Bagaimana pendapat Anda?

Ø  Pendapat saya mengenai hal tersebut :
Saya setuju sekali dengan kebijakan itu. Keputusan itu menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia Penetapan Hari Batik Nasional dimaksudkan sebagai usaha untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia bukan hanya ke ranah internasional tapi juga mengangkat kebanggaan di rumah sendiri kepada rakyat Indonesia untuk lebih menghargai dan mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur, batik sebagai simbol jiwa identitas bangsa Indonesia.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu saja kita harus bangga terhadap batik Namun masih banyak orang yang tidak mau atau malu jika memakai batik karena dianggap kampungan atau karena motifnya jelek/norak atau karena batik dianggap tidak modern dan tidak cocok dikenakan apalagi bagi para pelajar atau remaja.Kebanyakan batik hanya jadi pajangan di lemari.Rata-rata orang memakai batik hanya ketika menghadiri acara formal saja padahal kita sebagai warga negara Indonesia sebaiknya harus lebih bangga dengan warisan budaya nenek moyang kita ini dengan lebih sering memakai batik minimal 1 kali dalam seminggu. Untuk melestarikan batik yang merupakan warisan budaya Indonesia, tidak semestinya hanya memakainya saat Hari Batik Nasional saja tetapi dalam keseharian sehari-hari juga.
Batik termasuk salah satu dari berbagai macam kebudayaan Indonesia. Batik telah dapat memajukan perekonomian Indonesia. Batik telah menjadi salah satu citra di Indonesia yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara yang memiliki warisan budaya atau hasil kesenian yang unik. Kesenian membatik ini sangat bagus, unik, dan cantik. Batik ini sudah terjual atau terkenal sampai ke luar negeri. Dan batik ini harus kita jaga dan pelihara agar tidak terabaikan dan jangan sampai batik ini di klaim oleh Negara lain.
Dan jangan hanya menggunakan batik karena terpaksa namun karena kemauan sendiri bahkan kalian bangga dan menunjukannya kepada orang lain. Tapi batik yang diakui oleh UNESCO yang juga merupakan kebudayaan asli dari Indonesia dan hanya ada di Indonesia yaitu Batik Tulis.
BatikDay tidak hanya sekadar jargon saja, namun bisa meningkatkan kecintaan masyarakat akan batik Indonesia. BatikDay adalah sebuah gerakan spontanitas dari hati nurani.Marilah kita bersama-sama  melestarikan batik dan membuat masyarakat Indonesia semakin cinta terhadap budaya bangsa kita sendiri.

SEJARAH HARI BATIK NASIONAL
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Sejak tahun 2009 Pemerintah menetapkan setiap tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Pemerintah menetapkan tanggal tersebut bukan tanpa alasan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2009 menerbitkan Keputusan Presiden No 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik nasional. Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) milik Indonesia.
Proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009. Hingga akhirnya pada Jumat, 2 Oktober 2009 UNESCO mengeluarkan keputusan yang menggembirakan publik Indonesia.
Tapi sebenarnya apa sih yang diakui UNESCO atas batik?
Banyak masyarakat Indonesia yang salah kaprah bila kain batiklah yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia, hal tersebut tentu saja salah. UNESCO menggolongkan batik sebagai warisan budaya non benda, yang artinya yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia adalah proses membatik dengan malam cair dan canting, proses mengukir goresan pada kain. Jenis batik yang diakui oleh UNESCO adalah batik tulis bukan batik printing, alasannya adalah jenis batik printing juga dibuat oleh beberapa negara lain namun batik tulis hanya ada Indonesia.
UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia, memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya nonbendawi pada saat ini dan dimasa mendatang.
Keputusan itu menjadi satu kebanggan bagi rakyat Indonesia, pasalnya batik tidak hanya diakui di dalam negeri tapi budaya Indonesia itu juga diakui dunia.Jadi jangan merasa bangga dahulu saat baru memakai batik printing ketika merayakan hari batik nasional, karena batik yang diakui oleh UNESCO yang juga merupakan kebudayaan asli dari Indonesia dan hanya ada di Indonesia yaitu batik tulis. untuk melestarikan batik yang merupakan warisan budaya Indonesia, tidak semestinya hanya memakainya saat Hari Batik Nasional tetapi dalam keseharian sehari-hari.




1. Batik Motif Ceplok.
Jenis motif ceplok ini memiliki berbagai macam desain geometris. Biasanya motif ini didasarkan pada gambar mawar melingkar, bintang, atau bentuk kecil lainnya yang membentuk pola simetris keseluruhan pada kain.


2. Batik Motif Kawung.
Batik kawung dipercaya merupakan motif batik yang tertua. Batik kawung pada jaman dahulu khusus disediakan untuk keluarga kerajaan. Motif kawung ini merupakan penampang buah aren kelapa. Ada beberapa kalangan yang mengatakan salib di antara empat oval mengacu pada sumber energi universal.


3. Batik Motif Parang Rusak
Motif parang rusak memiliki arti pertarungan antara manusia yang melawan kejahatan dengan cara mengendalikan sifat-sifat dan keinginan mereka sehingga mereka menjadi mulia, bijaksana, dan akan menang dengan bisa mengendalikan diri dari segala hal yang buruk.


4. Batik Motif  Parang Barong
Batik motif parang barong ini pada jaman dahulu hanya dipakai oleh raja. Motif  parang barong dipercaya sebagai pola yang suci. Arti dari motif parang barong ini adalah supaya sang raja menjadi hati-hati didalam menjaga dirinya sendiri. Sehingga diharapkan sang raja akan menjadi seorang penguasa yang jujur, adil, serta bertanggung jawab terhadap rakyatnya.

5. Batik Motif Loreng
Motif loreng memiliki desain baris diagonal di antara motif parang. Batik motif ini banyak ditemukan garis polanya hanya deretan garis diagonal yang sempit penuh dengan pola kecil-kecil. Motif ini juga merupakan salah satu pola lama yang pada jaman dulu hanya disediakan untuk keluarga istana kerajaan saja.


6. Batik Motif Nitik
Motif nitik juga merupakan batik dengan motif tertua, karena batik ini dulu terinspirasi oleh kain tenun patola yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat India yang datang ke Indonesia. Motif nitik ini dulu biasanya dikenakan oleh orang tua pada acara pernikahan.

7. Batik Motif Semen
Motif semen mempunyai arti sebagai tumbuhan. Pola motif semen terinspirasi oleh keadaan alam dan lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan pola daun, gunung, dan juga hewan. Motif ini dulu sering digunakan untuk acara umum.

8. Batik Motif Kraton
Batik motif keraton ini adalah cikal bakal dari berbagai macam batik yang ada dan berkembang di Indonesia. Pada batik kraton motifnya terkandung makna serta filosofi hidup. Batik Kraton ini dulu dibuat oleh para putri keraton maupun oleh para pembatik ahli yang ada di dalam lingkungan keraton. Dulunya motif ini tidak diperbolehkan untuk dipakai oleh orang kebanyakan seperti halnya motif batik Parang Rusak, Parang Barong, Udan Liris, dan beberapa jenis motif yang lain.



9. Batik Motif Sudagaran
Batik motif sudagaran merupakan modifikasi batik larangan dari keraton yang lalu dibuat motif baru oleh para seniman yang berasal dari kaum saudagar agar sesuai dengan selera mereka. Para seniman batik ini juga mengubah motif larangan (terlarang) sehingga bisa dipakai oleh masyarakat umum. Motif batik sudagaran ini tterkenal dengan disain yang terkesan berani dalam hal pemilihan bentuk, penggunaan benda-benda alam dan juga binatang, serta pemakaian kombinasi warna yang didominasi warna soga atau biru tua.


10. Batik Motif Cuwiri
Motif batik cuwiri ini memakai pewarna soga alami. Pada umumnya batik cuwiri ini dipakai untuk semekan atau kemben yang sering dipakai pada upacara adat mitoni pada wanita hamil. Motif ini umumnya ditandai dengan penggunaan ragam hias meru dan gurda. Arti dari cuwiri sendiri adalah kecil kecil.


11. Batik Motif Tambal
Motif tambal mempunyai arti menambal atau memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Pada jaman dahulu kain batik motif tambal ini sangat dipercayai bisa membantu menyembuhkan orang sakit dengan cara menyelimuti orang yang sakit tersebut dengan kain batik motif tambal ini.


12. Motif Sekar Jagad
Motif sekar jagad merupakan salah satu motif khas batik dari Indonesia. Motif ini memiliki arti dan makna kecantikan atau keindahan yang akan membuat orang menjadi terpesona melihatnya. Dalam kalangan jawa ada yang berpendapat bahwa kata Sekar Jagad mempunyai arti “kar jagad” (kar adalah peta, sedangkan jagad adalah dunia) yang berarti, motif ini menggambarkan keragaman yang ada di seluruh dunia.

13. Batik Motif Sido Mukti
Motif sido mukti pada umumnya dipakai sebagai kain dalam upacara adat perkawinan dan acara resepsi atau pahargyan. Motif sido mukti ini biasanya dibuat menggunakan pewarna soga alam. Pola dasar yang terdapat di motif batik Sido Mukti adalah gurda. Makna atau filosofi dari motif ini adalah harapan untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin
14. Batik Motif Sido Luhur
Batik motif sido luhur sering dikenakan oleh para pengantin perempuan di malam pegantin. Motif sido luhur ini mengandung makna keluhuran yang berarti suatu harapan agar orang yang memakainya bisa mencapai kedudukan yang lebih tinggi serta bisa menjadi panutan di masyarakat.

15. Batik Motif Sido Asih
Batik motif sido asih umumnya sama seperti batik sido luhur yaitu dipakai oleh pengantin perempuan. Motif batik Sido Asih mempunyai makna agar dalam hidup berumah tangga selalu dipenuhi dengan kasih sayang. Dalam arti yang lebih luas, batik Sido asih mempunyai arti agar manusia selalu mengembangkan rasa saling mengasihi dan menyayangi antar sesama manusia dan makhluk hidup.